Antropologi Pendidikan: Budaya, Identitas, Ketimpangan, dan Transformasi Pembelajaran
BARU
Antropologi Pendidikan: Budaya, Identitas, Ketimpangan, dan Transformasi Pembelajaran
Rp76.000
Ketersediaan: Tersedia
Antropologi Pendidikan: Budaya, Identitas, Ketimpangan, dan Transformasi Pembelajaran
| Penulis | Dr. H. Aep Saepuloh, M.Si. |
| Penerbit | CV. Media Publikasi Profesional |
| Tahun terbit | 2026 |
| ISBN | ... |
| DOI | ..... |
| Harga | Rp76.000 |
| Status | Tersedia |
Deskripsi Buku
Antropologi Pendidikan: Budaya, Identitas, Ketimpangan, dan Transformasi Pembelajaran merupakan buku yang mengajak pembaca memahami pendidikan sebagai bagian dari proses kebudayaan. Pendidikan tidak pernah berlangsung dalam ruang yang kosong, tetapi selalu berada dalam konteks nilai, bahasa, identitas, relasi sosial, struktur kekuasaan, pengalaman hidup, serta dinamika masyarakat yang terus berubah. Melalui perspektif antropologi, buku ini memperluas cara pandang terhadap pendidikan. Proses belajar tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga melalui keluarga, lingkungan sosial, tradisi, agama, kelompok sebaya, komunitas, hingga ruang digital. Dengan demikian, pendidikan dipahami sebagai proses pewarisan, negosiasi, pembentukan, dan transformasi budaya yang berlangsung sepanjang kehidupan. Buku ini membahas berbagai tema penting, mulai dari enkulturasi dan sosialisasi, identitas peserta didik, modal budaya, habitus, ketimpangan pendidikan, bahasa dan relasi kuasa, pengetahuan lokal, etnopedagogi, multikulturalisme, gender, agama, globalisasi, hingga transformasi pendidikan di era digital. Seluruh pembahasan diarahkan untuk membantu pembaca melihat bahwa pendidikan selalu berkaitan erat dengan manusia dan kebudayaan yang melingkupinya. Salah satu gagasan penting dalam buku ini adalah bahwa keragaman bukanlah hambatan dalam pendidikan, tetapi sumber penting untuk membangun pembelajaran yang lebih manusiawi, inklusif, kontekstual, adil, dan bermakna. Buku ini juga menegaskan bahwa sistem pendidikan tidak sepenuhnya netral karena kurikulum, bahasa pengajaran, aturan sekolah, sistem penilaian, dan pilihan pengetahuan selalu membawa nilai serta asumsi tertentu. Pembaca juga diajak memahami bagaimana perbedaan latar budaya, bahasa, kelas sosial, agama, gender, dan lingkungan dapat memengaruhi pengalaman belajar seseorang. Karena itu, kesetaraan pendidikan tidak cukup hanya dipahami sebagai pemberian akses yang sama, tetapi juga membutuhkan pengakuan terhadap perbedaan titik awal, pengalaman, sumber daya, dan modal budaya yang dimiliki peserta didik. Di tengah perkembangan teknologi, perspektif antropologi pendidikan semakin relevan. Ruang belajar kini meluas ke media sosial, komunitas virtual, platform pembelajaran, serta jaringan digital. Perubahan ini menghadirkan peluang baru sekaligus persoalan tentang otoritas pengetahuan, kesenjangan digital, identitas virtual, privasi, algoritma, dan hubungan manusia dengan teknologi. Buku ini sangat relevan bagi mahasiswa, dosen, guru, peneliti, praktisi pendidikan, pengelola lembaga pendidikan, serta pembaca umum yang ingin memahami hubungan antara pendidikan, budaya, identitas, keadilan, dan perubahan sosial. Dengan pendekatan akademik yang kontekstual, buku ini dapat menjadi bahan pembelajaran, refleksi, dan rujukan dalam membaca berbagai persoalan pendidikan kontemporer.
Posting Komentar
0 Komentar