Menjaga Pesisir dengan Kearifan Lokal Mangrove, Masyarakat, dan Ekonomi Pesisir Berkelanjutan

BUKU
BARU
Menjaga Pesisir dengan Kearifan Lokal Mangrove, Masyarakat, dan Ekonomi Pesisir Berkelanjutan
Detail Buku

Menjaga Pesisir dengan Kearifan Lokal Mangrove, Masyarakat, dan Ekonomi Pesisir Berkelanjutan

Prof. Mohammad Taufiq Rahman, M.A., Ph.D. Prof. Dr. H. Engkus, M.Si.

Rp97.000

Ketersediaan: Tersedia

Menjaga Pesisir dengan Kearifan Lokal Mangrove, Masyarakat, dan Ekonomi Pesisir Berkelanjutan

Penulis Prof. Mohammad Taufiq Rahman, M.A., Ph.D. Prof. Dr. H. Engkus, M.Si.
Penerbit CV. Media Publikasi Profesional
Tahun terbit 2026
ISBN
Harga Rp57.000
Status Tersedia

Deskripsi Buku

Menjaga Pesisir dengan Kearifan Lokal: Mangrove, Masyarakat, dan Ekonomi Pesisir Berkelanjutan merupakan buku yang mengajak pembaca memahami wilayah pesisir sebagai ruang kehidupan yang mempertemukan manusia, laut, mangrove, budaya, dan kegiatan ekonomi dalam satu hubungan yang saling bergantung. Wilayah pesisir memiliki peranan penting sebagai sumber pangan, mata pencaharian, ruang sosial, kawasan budaya, dan pelindung alami bagi masyarakat. Namun, keberadaannya menghadapi berbagai ancaman, seperti abrasi, perubahan iklim, pencemaran, sampah, alih fungsi lahan, pembangunan yang tidak terkendali, serta pemanfaatan sumber daya secara berlebihan. Buku ini menjelaskan bahwa kerusakan pesisir bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan masyarakat, keberlanjutan perikanan, ketahanan ekonomi keluarga, dan masa depan generasi berikutnya. Salah satu perhatian utama buku ini adalah ekosistem mangrove. Mangrove tidak sekadar dipahami sebagai kumpulan pohon di tepi laut, tetapi sebagai sistem kehidupan yang berfungsi melindungi garis pantai, menahan sedimen, mengurangi tekanan gelombang, menyimpan karbon, serta menyediakan habitat bagi ikan, udang, kepiting, burung, dan berbagai biota lainnya. Keberadaan mangrove juga berhubungan langsung dengan produktivitas perikanan dan kehidupan masyarakat pesisir. Buku ini menempatkan kearifan lokal sebagai bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Pengetahuan masyarakat mengenai musim, pasang surut, arah angin, wilayah penangkapan ikan, karakter tumbuhan, dan batas pemanfaatan sumber daya telah berkembang melalui pengalaman panjang. Pengetahuan tersebut melahirkan nilai kehati-hatian, tanggung jawab, gotong royong, penghormatan terhadap alam, serta kesadaran untuk tidak mengambil sumber daya melebihi kemampuan alam dalam memulihkan dirinya. Selain membahas nilai dan pengetahuan lokal, buku ini menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan pesisir. Nelayan, perempuan, pemuda, tokoh lokal, kelompok pengelola mangrove, pemerintah desa, lembaga pendidikan, pelaku usaha, dan organisasi lingkungan memiliki peran yang saling melengkapi. Pelestarian tidak cukup dilakukan melalui kegiatan penanaman sesaat, tetapi membutuhkan pemeliharaan, pengawasan, penguatan kelembagaan, pendidikan lingkungan, kebijakan yang adil, dan kolaborasi yang berkelanjutan. Pembaca juga diajak memahami peluang pengembangan ekowisata dan ekonomi pesisir yang tidak merusak lingkungan. Wisata edukasi mangrove, jasa perahu, pemandu lokal, pengolahan hasil laut, kerajinan, kuliner, dan berbagai usaha masyarakat dapat dikembangkan selama tetap memperhatikan daya dukung ekosistem dan pembagian manfaat yang adil. Ekonomi pesisir yang berkelanjutan bukan hanya mengejar keuntungan, melainkan menjaga agar alam tetap hidup, masyarakat memperoleh manfaat, dan sumber daya tetap tersedia bagi generasi mendatang. Disusun dengan bahasa yang komunikatif dan sistematika yang mudah diikuti, buku ini cocok dibaca oleh masyarakat pesisir, mahasiswa, pendidik, pegiat lingkungan, pengelola wisata, pemerintah, pelaku usaha, organisasi sosial, dan pembaca umum. Buku ini diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan sekaligus inspirasi untuk membangun gerakan bersama dalam merawat mangrove, memperkuat masyarakat, dan menjaga pesisir sebagai warisan kehidupan.

Preview Buku

0 Komentar